"Kami tetap membuka ruang tindak lanjut melalui koordinasi intensif dengan sejumlah Kantor SAR dan unsur terkait di wilayah perairan yang memiliki keterkaitan dengan area pencarian," ujarnya.

Terkait penemuan jenazah di Pulau Enggano, Bengkulu, sebelumnya informasi tersebut tidak langsung diumumkan sebagai bagian dari korban kapal Arupadhatu I karena Basarnas harus terlebih dahulu menunggu tahapan identifikasi ilmiah secara medis serta proses pencocokan data dengan pihak keluarga.

"Kenapa tidak disampaikan dari awal? Karena seperti yang tadi disampaikan Kapolda, kita harus menunggu hasil identifikasi lebih lanjut dengan data keluarga. Setelah proses identifikasi dan pencocokan dilakukan, hasilnya dapat kita sampaikan bersama," jelasnya.

Operasi pencarian kapal Arupadhatu I melibatkan unsur gabungan multisektoral yang mencakup area perairan luas mulai dari perairan Banten, Lampung, hingga pesisir Bengkulu, dengan pengerahan armada utama secara optimal di berbagai sektor pencarian.

"Ke depan, Polri dan Basarnas berkomitmen untuk terus menjaga sinergi dengan masyarakat pesisir guna menindaklanjuti setiap informasi baru yang berpotensi berkaitan dengan kelanjutan pencarian korban maupun material kapal," katanya.