Basarnas Bali menduga musibah tersebut akibat guyuran hujan deras yang memicu tanah longsor hingga menimpa bangunan tempat menginap korban pada Minggu (1/11) malam.

"Dugaan penyebabnya hujan deras yang mengakibatkan tanah itu longsor dan menimpa lembing yang ada di posisi Eco Park Pelaga ini," ujarnya.

Ia menjelaskan material longsor mengenai dua kamar glamping, dimana satu kamar dalam kondisi kosong dan satu kamar lainnya terisi oleh kedua korban.

Dalam operasi hari kedua ini, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai perlengkapan mulai dari mesin pompa air atau alkon, alat manual seperti cangkul dan sekop, hingga satu anjing pelacak guna mendeteksi titik keberadaan korban.