Ia mengatakan Bawaslu membutuhkan kolaborasi dengan civitas akademika, khususnya mahasiswa, dalam memperkuat penegakan hukum pemilu.

"Kami juga butuh kolaborasi dengan mahasiswa, civitas akademika, sehingga gagasan-gagasan ini terhadap mosi-mosi yang disampaikan ini oleh mahasiswa pada saatnya nanti, sampai nanti ke grand final, bisa menjadikan sebuah solusi alternatif dalam menjalankan tugas-tugas dan fungsi pengawasan Bawaslu," ujarnya.

Ia menjelaskan kompetisi tersebut juga membahas berbagai mosi mengenai penguatan kelembagaan Bawaslu, sistem hukum, dan sistem demokrasi.