Syarifuddin mencontohkan keberhasilan pemberdayaan mustahik petani padi di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan petani jagung di Lombok Timur (NTB) yang mampu mendorong perubahan status mustahik menjadi muzaki.

Keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Kabupaten Bima dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.

"Inovasi program daerah tetap dapat diselaraskan dengan 13 program prioritas Baznas RI, tapi juga harus merujuk kepada prioritas dalam RPJMD Kabupaten, sehingga program Baznas benar-benar related dengan kebutuhan daerah," ujar Syarifuddin.

Sementara itu Bupati Bima Ady Mahyudi menyambut positif arahan Baznas RI mengenai pengembangan program zakat berbasis potensi lokal.