Ia menyebutkan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Baznas menangani dampak karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
Hingga 19 Oktober 2026, Baznas telah melakukan pemadaman di 12 titik serta menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat dan petugas terdampak.
"Dalam situasi karhutla, kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada penanganan kebakaran. Dampak asap juga perlu menjadi perhatian, sehingga bantuan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar harus berjalan beriringan dengan upaya pemadaman," ujarnya.
Selain itu, kata dia, Baznas mengerahkan 51 personel Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB), didukung satu mobil rescue, tujuh mobil operasional, dan dua sepeda motor. Baznas juga mendirikan 13 titik layanan dapur air untuk menyediakan air minum dan makanan ringan bagi petugas serta relawan yang bertugas memadamkan kebakaran.