NADIKABAR.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendorong penguatan program pengentasan kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui pengelolaan zakat yang lebih terarah dan terukur, dengan menargetkan penyaluran bantuan kepada 25.704 mustahik pada 2027.
Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi Baznas RI Syarifuddin dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan pengelolaan zakat di daerah termasuk di DIY, perlu diarahkan agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Perencanaan program zakat harus disusun berdasarkan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di masing-masing daerah. Karena itu, program nasional perlu disinkronkan dengan kondisi dan karakteristik wilayah agar pelaksanaannya tepat sasaran," katanya.
Syarifuddin menjelaskan terdapat tiga hal utama yang perlu diperhatikan Baznas daerah dalam menyusun program kerja 2027, yakni sinkronisasi, ketajaman sasaran dan hasil yang terukur.
Ia menekankan pentingnya penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam menentukan sasaran penerima manfaat. Data tersebut perlu diverifikasi dengan pendekatan had kifayah agar bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Syarifuddin juga mendorong penguatan sejumlah program produktif dan perlindungan sosial ke dalam 13 program unggulan Baznas, di antaranya Baznas Siaga Kemiskinan, Baznas Tanggap Bencana, Beasiswa Cendekia Baznas, Rumah Sehat Baznas, Rumah Layak Huni Baznas, dan Baznas Microfinance Masjid.
Selanjutnya, Rumah Terang Baznas, Balai Ternak Baznas, Lumbung Pangan Baznas, Mualaf Center Baznas, Sekolah Layak Belajar Baznas, Air Bersih Baznas, serta Bank Sampah Baznas.
Dalam pelaksanaannya, Syarifuddin mendorong Baznas daerah, termasuk DIY memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta berbagai mitra strategis.
"Yang ingin kita bangun adalah pengelolaan zakat yang benar-benar memberikan dampak. Ukurannya bukan hanya berapa banyak bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana zakat mampu mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih baik dan mendorong mereka mencapai kemandirian," ujar Syarifuddin.
Sementara itu, Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan Baznas RI Rizaludin Kurniawan mengingatkan peran amil zakat tidak sekadar berfokus pada pemberdayaan ekonomi untuk mengubah mustahik menjadi muzaki, tetapi juga bertugas mendampingi masyarakat penerima manfaat agar meningkat kualitas ketakwaannya.
"Langkah akselerasi pengentasan kemiskinan ini menjadi prioritas utama Baznas agar dana zakat tidak hanya meningkatkan kesejahteraan materiil mustahik, tetapi juga menguatkan kualitas spiritual para muzaki," kata Rizaludin.