Ia menyebut saat ini Satuan Audit Internal (SAI) baru mencakup 30 persen Baznas kabupaten/kota, sementara lebih dari 380 Baznas daerah belum tersentuh audit Kantor Akuntan Publik (KAP) secara memadai.
Oleh karena itu, ke depan Baznas akan mengubah paradigma pengawasan dari watchdog menjadi strategic partner, dari perbaikan reaktif menjadi pencegahan preventif, dan dari sistem manual menuju pengawasan berbasis data.
Menurut Zainut, seluruh program besar mulai dari pengentasan kemiskinan, beasiswa hingga rumah layak huni, hanya akan bisa berjalan optimal jika mesin organisasinya sehat.
"Baznas tidak boleh hanya menjadi organisasi yang semakin besar. Baznas harus menjadi organisasi yang semakin profesional, berbasis data, adaptif terhadap teknologi, memiliki tata kelola yang kuat, dan membawa dampak seluas-luasnya," tutur Zainut Tauhid Sa'adi.