NADIKABAR.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal, Jawa Tengah, memperkuat sinergi program pemberdayaan mustahik, mulai dari penyandang disabilitas, calon pekerja migran Indonesia, hingga penanganan kemiskinan ekstrem dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Senin, menyatakan dukungan terhadap inisiatif Pemkab Tegal yang sejalan dengan program prioritas Baznas RI, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan melalui pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi.
"Tentu kami akan mendukung program-program di Kabupaten Tegal yang memberdayakan dan membantu mustahik, terutama 13 program yang memang menjadi prioritas Baznas RI," katanya.
Sodik menilai sejumlah program yang diusung memiliki keselarasan dengan agenda pemberdayaan Baznas RI, antara lain pelatihan vokasional bagi calon pekerja migran Indonesia dan penyandang disabilitas, bantuan modal kerja, serta penanganan kemiskinan ekstrem melalui perbaikan RTLH.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Tegal terhadap Baznas Kabupaten Tegal. Menurut Sodik, pelibatan Baznas dalam program pengentasan kemiskinan merupakan langkah tepat karena dana zakat dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu Wakil Bupati (Wabup) Tegal Ahmad Kholid mengatakan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi salah satu alasan Pemkab Tegal perlu memperluas sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas RI, untuk mendukung program kesejahteraan masyarakat.
"Mengingat keterbatasan anggaran daerah, kami sangat berharap bantuan dan dorongan Baznas RI agar program seperti RTLH, pelatihan kerja, dan graduasi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tegal dapat terealisasi secara optimal," ucapnya.
Diketahui, program pemberdayaan mustahik menjadi hal yang diserukan oleh Baznas melalui "10 Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan" dalam Rapat Koordinasi Nasional Baznas 2026 beberapa waktu lalu.