NADIKABAR.COM β Perusahaan BDO di Indonesia menyoroti tantangan krusial dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia usaha seperti keamanan data yang dapat menyebabkan kebocoran informasi, sehingga memengaruhi kepercayaan pelanggan, reputasi, hingga keberlangsungan bisnis perusahaan.
CEO BDO di Indonesia Thano Tanubrata mengatakan, pesatnya perkembangan teknologi AI perlu diimbangi dengan kesiapan kebijakan, sistem pengendalian, dan pengawasan yang memadai agar penerapannya tidak menimbulkan risiko bagi perusahaan.
βKebocoran data dapat menimbulkan kerugian finansial sekaligus merusak reputasi. Komite audit perlu memastikan organisasi memiliki tata kelola yang memadai agar adopsi AI tetap menjaga kepercayaan pelanggan dan keberlangsungan bisnis,β ujar Thano dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut Thano, penguatan tata kelola diperlukan seiring meningkatnya penggunaan AI untuk mendukung efisiensi operasional dan pengambilan keputusan bisnis.
Associate Director IT & Digital BDO di Indonesia Reza Aminy menjelaskan, perusahaan perlu memahami kebijakan pengelolaan data dari penyedia layanan AI sebelum memasukkan informasi internal maupun data pelanggan ke dalam sistem tersebut.