Kandidat Partai Demokrat, Scott Colom, yang seorang kulit hitam berada di ambang kemenangan tak terduga untuk merebut kursi Senator Mississippi dari Partai Republik.
Sementara itu, pemilihan Senat di Alaska, yang hasilnya belum diputuskan, menunjukkan kandidat petahana dari Partai Republik tertinggal dalam perolehan suara.
Trump yang merasa kesal dengan kekalahan partainya, bahkan mengaitkan anjloknya bursa saham AS pada Kamis (5/11) dengan kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela.
"Pasar saham anjlok hari ini karena Dumocrat menang besar pada Selasa (3/11) -- Sungguh menyedihkan, kalian hanya bisa menyalahkan diri sendiri!" kata Trump, menggunakan sebutan menghina untuk Partai Demokrat, dalam postingan akun Truth Social miliknya, setelah penutupan bursa saham AS pada hari itu.
Kekesalan Trump juga diluapkan via media sosial Truth Social yang dimilikinya. Pada salah satu postingan dia menyebut jika namanya masuk dalam surat suara dalam pemilu, maka kemenangan telak akan didapatkan.
"SAYA TIDAK MASUK DALAM SURAT SUARA. SEANDAINYA SAYA MASUK, KITA PASTI MENANG TELAK!" tulisnya.
Pemilu sela tahun ini hanya memilih 435 anggota DPR dan 35 Senator, dari total 100 Senator, juga para Gubernur dan pemimpin daerah lainnya di AS.
Dalam omelan onlinenya, Trump turut menyeret Fox News, media terkemuka AS yang dikenal sangat pro-Trump dan Partai Republik. Dia menyalahkan Fox News karena mengundang mantan Wali Kota New York, Bill de Blasio, yang disebutnya sebagai "wali kota terburuk dalam sejarah", dalam salah satu program mereka.
"Fox News memikul tanggung jawab atas kekalahan ini karena terus-menerus menampilkan kubu oposisi dari Dumocrat, dan bahkan lebih buruk lagi," cetusnya.