Secara prestasi terakhir di kompetisi domestik, FC Seoul memang bukan juara. Mereka menutup K League 1 2025 di posisi keenam dengan 49 poin dari 38 pertandingan. Posisi tersebut sekaligus menjadi tiket mereka untuk tampil di ACL Two musim ini.

Tapi untuk kompetisi K League 1 2026 yang masih bergulir dan memasuki pekan 26, FC Seoul berada di puncak klasemen. Tim besutan Gi-dong Kim ini jadi kandidat kuat juara dengan mengemas 56 poin, unggul 16 angka dari Ulsan HD di urutan kedua

Melbourne Victory datang dari Australia dengan reputasi yang tidak bisa dianggap remeh. Klub ini didirikan pada 2005 sebagai salah satu anggota awal era baru A-League dan berkembang menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola Australia.

Prestasi mereka menjadi bukti. Melbourne Victory telah memenangkan empat Championship A-League putra, yakni pada 2006/07, 2008/09, 2014/15 dan 2017/18. Mereka juga mengoleksi dua gelar Australian Cup.

Pada musim terakhir, Melbourne Victory finis keempat di A-League Men 2025/26 dengan 40 poin dari 26 pertandingan. Klub kemudian masuk ke babak final, tetapi tersingkir di Elimination Final setelah kalah dari Sydney FC.

Dari sisi nilai pasar, Melbourne Victory berada di bawah FC Seoul tetapi masih cukup tinggi, sekitar Rp121,6 miliar berdasarkan data Transfermarkt terbaru untuk skuad 2026/27.

Tiga pemain dengan nilai pasar tertinggi di Melbourne merupakan pemain asal Australia, yakni Denis Genreau (Rp12,1 miliar), Jordi Valadon (Rp10,4 miliar), dan Keegan Jelacic (Rp8,6 miliar).