Peningkatan hormon stres (Kortisol)

Saat tubuh dipaksa terjaga di malam hari, otak menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk stres fisik. Akibatnya, kelenjar adrenal memproduksi hormon kortisol secara berlebihan. Kadar kortisol yang tinggi dapat menekan kerja hipotalamus pusat kendali di otak yang mengatur pelepasan hormon reproduksi seperti Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH). Penekanan ini membuat proses ovulasi (pelepasan sel telur) tertunda atau bahkan tidak terjadi sama sekali (anovulasi).

Gangguan hormon estrogen dan progesteron

Ketidakseimbangan pada pengeluaran GnRH mengganggu produksi Follicle-Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) dari kelenjar hipofisis. Akibatnya, pembentukan hormon estrogen dan progesteron di ovarium menjadi tidak stabil. Padahal, kedua hormon ini merupakan kunci utama yang mengatur penebalan dan peluruhan dinding rahim saat haid.