Pecahkan telur terlebih dahulu ke mangkuk atau wadah terpisah. Cara ini membuat kondisi putih telur, kuning telur dan aromanya lebih mudah diperiksa. Jika ternyata telur sudah rusak, bahan masakan lain tidak ikut tercampur.
Telur yang masih segar umumnya memiliki putih telur yang lebih kental dan kuning telur yang terlihat lebih kokoh. USDA menjelaskan bahwa putih telur yang keruh justru dapat menjadi tanda telur masih sangat segar, sedangkan putih telur yang semakin bening menunjukkan telur mulai menua.
Aroma menjadi salah satu tanda paling mudah untuk mengetahui telur sudah rusak atau belum. Telur yang masih baik biasanya tidak mengeluarkan bau menyengat ketika dipecahkan.
Sebaliknya, telur yang sudah rusak dapat mengeluarkan bau busuk atau menyengat yang langsung terasa. Jika muncul aroma yang membuat ragu, sebaiknya telur tidak digunakan.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua makanan yang mengandung bakteri berbahaya akan menunjukkan perubahan bau, warna atau rasa. Karena itu, pemeriksaan aroma bukan satu-satunya patokan keamanan makanan.
4. Perhatikan warna dan bentuk isi telur
Setelah dipecahkan, perhatikan putih dan kuning telurnya. Jika putih telur terlihat merah muda atau berwarna-warni seperti pelangi, kondisi tersebut dapat menjadi tanda telur mengalami kerusakan. USDA menyebut perubahan tersebut dapat berkaitan dengan bakteri tertentu yang menyebabkan pembusukan.