"Ya kita tadi kita harus menciptakan ekosistem yang bagus ya, mereka agar mau investasi di sektor manufaktur harus tumbuh. Itu membutuhkan kerjasama dengan lagi-lagi dengan kementerian lain apakah mereka bisa mendapatkan insentif yang memadai untuk bisa datang ke Indonesia," ujarnya.
Sarmuji menjelaskan, sejumlah negara telah menawarkan berbagai insentif untuk menarik investor, mulai dari fasilitas perpajakan hingga kemudahan perizinan. Menurutnya, Indonesia juga perlu memberikan fasilitas yang kompetitif agar tidak kalah dalam menarik investasi manufaktur.
"Negara lain memberikan insentif yang kuat ya, baik dari perpajakan, custom, terus kemudahan berusaha, perizinan yang baik dan lain sebagainya. Tentu itu harus kita imbangi, kemudahan-kemudahan itu harus kita imbangi, insentif itu harus kita berikan. Kalau nggak, ya mana orang mau datang ke Indonesia. Yang lain memberikan karpet merah yang luar biasa, mungkin karpet beludru, kita hanya memberikan tikar, ya nggak mau mereka," jelasnya.