NADIKABAR.COM — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar pertemuan secara dalam jaringan (daring) dengan penyedia indeks saham global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (19/10) sore pukul 15.30 WIB, untuk meminta klarifikasi terkait keputusan menempatkan pasar modal Indonesia dalam status konsultasi (consultation).
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan pertemuan tersebut dilakukan menyusul pengumuman MSCI pada Jumat (16/10) pagi waktu Indonesia, yang tidak diduga oleh BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan partisipan MSCI dan investor global.
"Terkait itu, nanti siang kami akan meeting online dengan MSCI. Kami segera minta waktu untuk bertemu dengan MSCI. Nanti setelah pertemuan saya update," ujar Jeffrey kepada wartawan di Ruang Media BEI, Jakarta, Senin.
Jeffrey mengatakan BEI dan OJK sebelumnya tidak mengetahui akan adanya pengumuman tersebut yang dinilai disampaikan secara tidak terduga.
Bahkan, lanjutnya, sebagian besar partisipan MSCI dan investor global yang berkomunikasi dengan Bursa juga tidak menyangka keputusan tersebut akan ditetapkan.
Seiring pengumuman tersebut, Jeffrey menyatakan telah mengakibatkan reaksi pelaku pasar berupa kepanikan, kebingungan karena dinilai adanya ketidakpastian yang tinggi.
Sebagai upaya meredam kepanikan dan mencegah investor mengambil keputusan dalam situasi yang tidak pasti, BEI memberlakukan penyesuaian batas bawah penghentian penurunan harga saham otomatis atau Auto Rejection Bawah (ARB) dari 15 persen menjadi 7 persen.
Jeffrey mengakui kebijakan tersebut bukan langkah yang umum dilakukan, namun diambil supaya investor memiliki waktu untuk mencermati perkembangan informasi sebelum mengambil keputusan investasi.
"Kebijakan ini akan kita review, tetapi dari review kita pagi sampai siang tadi, kebijakan itu cukup efektif untuk bisa meredam kepanikan," katanya.
Ia mengatakan IHSG terpantau melemah sekitar 5 persen hingga penutupan perdagangan sesi I hari ini, sehingga belum menyentuh batas ARB sebesar 7 persen.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya berharap investor dapat lebih cermat dalam menyikapi perkembangan informasi dan kembali mempertimbangkan fundamental perusahaan dalam mengambil keputusan investasi.
Lebih lanjut, Jeffrey memastikan BEI terus memantau perkembangan situasi sejak Jumat hingga Minggu, serta berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk mendengarkan masukan dari pelaku pasar.
Setelah pertemuan dengan MSCI pada Senin (19/10) sore ini, BEI akan menyampaikan perkembangan dan hasil pembahasan, termasuk klarifikasi mengenai pertimbangan di balik keputusan MSCI menempatkan Indonesia dalam status konsultasi.
Data penutupan perdagangan sesi I hari ini, IHSG ditutup melemah 261,85 poin poin atau 5,05 persen ke posisi 4.923,26.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 850 ribu kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,90 miliar lembar saham senilai Rp10,01 triliun. Sebanyak 43 saham naik, 782 saham menurun, dan 138 tidak bergerak nilainya.