NADIKABAR.COM — Pakar Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Adi Maulana mengungkap sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak banjir bandang yang berpotensi terjadi di Sulawesi Selatan (Sulsel), seperti di Nepal. Salah satunya dengan memperkuat sistem peringatan dini melalui pemantauan kondisi kawasan hulu sungai.
"Kejadian banjir bandang itukan sudah terjadi sebuah kerusakan sistem alam begitu ya, sehingga kita untuk menghalangi supaya tidak terjadi akan sangat sulit, sehingga kita harus melakukan upaya-upaya yang disebut mitigasi," kata Prof Adi kepada NadiKabar, Kamis (27/8/2026).
Adi menjelaskan mitigasi diperlukan untuk menekan dampak ketika bencana banjir bandang tersebut terjadi. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memantau pergerakan lereng di kawasan pegunungan serta kondisi aliran sungai, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama.
"Misalnya kita membuat sensor longsor di bagian hulu sungai, kemudian sensor pengamatan muka air sungai, sensor hujan ketika kemudian terjadi hujan lebat katakanlah dalam waktu cukup lama ya tentu kita sudah harus waspada. Nah, itu untuk early warning system," ucapnya.