Menurutnya, pemantauan tersebut dapat membantu memberikan peringatan lebih awal mengenai kondisi yang berpotensi memicu banjir bandang. Dengan demikian, masyarakat maupun pihak terkait memiliki waktu untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah penyelamatan.
Selain itu, kata Adi, masyarakat juga perlu dibekali pengetahuan mengenai tanda-tanda banjir bandang dan waktu yang tepat untuk melakukan evakuasi mandiri. Hal tersebut dinilai penting terutama bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
"Kemudian yang lainnya lagi adalah penataan ruang. Sebisa mungkin pemukiman, sekolah, rumah sakit, fasilitas-fasilitas umum itu harus betul-betul mempertimbangkan, atau fasilitas vital lainnya harus mempertimbangkan jalur potensial terjadinya banjir bandang itu," terangnya.