Berendsen mencatat bahwa langkah drastis tersebut sebaiknya tidak digunakan hanya untuk mengirimkan sinyal, karena hal itu dapat menyebabkan situasi "semakin memanas."
Bulan lalu, AS menjatuhkan sanksi yang menargetkan Presiden ICC Tomoko Akane dan pengacara persidangan senior Abdoulaye Seye; langkah itu memicu reaksi keras di berbagai negara Eropa, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman, serta dari presiden Dewan Eropa dan Komisi Eropa.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari sanksi terhadap ICC yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump pada Februari 2025.
ICC menyatakan bahwa sembilan dari 18 hakimnya, kedua wakil jaksa, mantan jaksa dan seorang anggota staf saat ini sedang dikenai sanksi oleh AS.
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia