NADIKABAR.COM — Wakil Ketua (Waka) MPR RI Lestari Moerdijat menilai memprioritaskan kesehatan anak di lingkungan keluarga tidak cukup hanya mengandalkan kesadaran individu. Menurutnya, diperlukan gerakan masyarakat yang terorganisasi untuk mengubah perilaku belanja dan pola asuh, terutama di tengah temuan bahwa pengeluaran rokok di banyak rumah tangga masih mengalahkan alokasi untuk pangan bergizi.
"Keluarga adalah benteng pertama, tetapi benteng ini tidak akan kokoh jika dibiarkan berdiri sendiri. Prioritas kesehatan anak harus menjadi gerakan masyarakat yang melibatkan tokoh lokal, kader Posyandu, hingga struktur RT/RW," kata Lestari, Selasa (3/11/2026).
Pernyataan ini merespons kajian pakar Universitas Gadjah Mada yang mengungkapkan bahwa rumah tangga dengan perokok cenderung mengalokasikan anggaran untuk pangan bergizi lebih rendah dibandingkan rumah tangga nonperokok.
Data BPS yang dipaparkan Kementerian Kesehatan menunjukkan pengeluaran rumah tangga untuk rokok kretek filter di perkotaan mencapai 11,30% dari total pengeluaran per kapita. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan belanja telur ayam ras yang hanya 4,30%. Di perdesaan, belanja rokok mencapai 10,78%, sedangkan belanja telur hanya 3,69%.