Sementara itu, Hello Store menawarkan kenyamanan bagi konsumen yang lebih memilih berkunjung ke toko. Pada akhirnya, di tengah tingginya permintaan saat peluncuran, pertanyaannya bukan hanya siapa yang punya stok, tetapi siapa yang bisa membuat iPhone lebih cepat sampai ke tangan konsumen.

Pengalaman tersebut bukan sekadar soal kecepatan, tetapi juga kepastian dalam prosesnya. Richard Gunawan, seorang gadget enthusiast di Jakarta Pusat yang pernah memanfaatkan layanan Midnight Delivery karena ingin menjadi salah satu orang pertama yang merasakan iPhone terbaru, menceritakan pengalamannya, "Waktu PO gadget di Blibli, saya dapat opsi Midnight Delivery. Karena ada pilihan untuk mendapatkan barang lebih cepat, saya pikir, why not saya coba. Ternyata pengirimannya benar-benar dilakukan sekitar jam 12 malam. Sebelum barang dikirim, saya juga dapat konfirmasi terlebih dahulu. Malah, pas nunggu, saya sempat ketiduran. Saya nggak nyangka, barangnya ternyata sampai kira-kira jam 12 malam lewat sedikit, sesuai estimasi. Jadi menurut saya, pengirimannya cepat dan sesuai dengan yang saya harapkan."

Bagi konsumen yang sudah tidak sabar menjadi early owner, pengalaman seperti ini menunjukkan bahwa kecepatan dan kepastian dapat menjadi bagian penting dari pengalaman membeli iPhone. Namun, pengalaman tersebut tidak berhenti ketika perangkat sudah sampai di tangan.

Namun, kecepatan bukan satu-satunya faktor. Untuk smartphone dengan harga puluhan juta rupiah, layanan setelah pembelian juga semakin menjadi pertimbangan.

Garansi, layanan purnajual, dan perlindungan tambahan menjadi relevan, terutama karena perangkat digunakan setiap hari. Risikonya bahkan lebih besar bagi konsumen yang membeli dengan skema cicilan, ketika perangkat mengalami kerusakan, tagihan bulanan tetap berjalan sementara biaya perbaikan bisa menjadi pengeluaran tambahan.