Untuk tanaman sayuran, buah, atau tanaman lain yang bagian yang dimakannya bersentuhan dengan air, diperlukan kehati-hatian lebih.

Jangan langsung menyiram tanaman setelah hujan deras

Kalau hujan baru saja turun, bukan berarti tanaman harus langsung diberi tambahan air.

Justru sebaliknya, periksa kondisi tanah terlebih dahulu. Jika tanah masih basah hingga bagian dalam, penyiraman tambahan tidak diperlukan.

Terlalu banyak air dapat menyebabkan kondisi terlalu lembap dan meningkatkan risiko masalah pada akar. University of Minnesota Extension merekomendasikan penyiraman dilakukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah, bukan sekadar mengikuti jadwal. Penyiraman di bagian pangkal tanaman juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit pada daun.

Pada kebun dengan sistem irigasi, curah hujan bahkan dapat menjadi pertimbangan sebelum menentukan apakah tanaman masih membutuhkan tambahan air. Penelitian dan panduan pertanian menunjukkan bahwa kelembapan tanah sebaiknya menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan dalam mengatur irigasi.

Jadi, benarkah air hujan lebih baik untuk tanaman?

Jawabannya, air hujan bisa menjadi sumber air yang sangat baik untuk tanaman, tetapi tidak selalu otomatis lebih baik daripada semua sumber air lainnya.

Keunggulannya antara lain kandungan garam yang relatif rendah dan sifatnya yang dapat membantu mengurangi penggunaan air rumah tangga. Untuk sejumlah tanaman, terutama tanaman hias, air hujan juga dapat menjadi pilihan yang praktis.

Namun, kualitas air hujan tetap dipengaruhi oleh lingkungan dan cara pengumpulannya. Air hujan yang ditampung dari atap, misalnya, perlu diperhatikan kebersihannya. Sementara itu, hujan yang terlalu deras dan berlangsung lama justru dapat menyebabkan tanah terlalu basah serta membawa sebagian unsur hara keluar dari zona akar.

Jadi, saat hujan turun, tanaman memang sedang mendapatkan air secara alami. Tetapi bukan berarti semakin banyak air, semakin baik pula pertumbuhannya.