Lantas, mengapa ada orang yang merasa mengalami penurunan berat badan setelah rutin mengonsumsi air lemon?
Menurut Dr Narendra, efek tersebut lebih mungkin berasal dari perubahan kebiasaan makan dan minum, bukan karena lemon memiliki kemampuan khusus dalam membakar lemak.
Sebagai contoh, seseorang yang biasanya mengonsumsi kopi dengan gula, jus kemasan, atau minuman lain yang tinggi kalori kemudian menggantinya dengan air lemon tanpa tambahan gula. Perubahan tersebut dapat membuat jumlah kalori yang masuk ke tubuh menjadi lebih rendah.
"Keuntungan ini sebagian besar didapat dari kandungan air dan defisit kalori yang terjadi, bukan karena zat di dalam lemonnya," jelasnya.
Meskipun tidak terbukti mampu membakar lemak, lemon tetap memiliki manfaat karena mengandung vitamin C. Namun, konsumsi air lemon tidak seharusnya dianggap sebagai pengganti sumber nutrisi dari buah dan sayuran secara keseluruhan.
Vitamin C yang diperoleh dari segelas air lemon tidak dapat menggantikan beragam vitamin, mineral, serat, dan nutrisi lain yang tersedia dalam buah serta sayuran utuh.
Dr Narendra juga membantah anggapan bahwa air lemon dapat membantu proses detoksifikasi dengan cara mengeluarkan racun dari tubuh. Menurutnya, klaim mengenai kemampuan air lemon untuk 'membilas racun' tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.