NADIKABAR.COM — Hari Jumat memiliki posisi yang istimewa bagi umat Islam. Tidak heran jika muncul anggapan bahwa negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim menjadikan Jumat sebagai hari libur.

Salah satunya Arab Saudi. Negara yang menjadi tempat berdirinya dua kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah, memang memiliki hari libur pada Jumat. Namun, apakah benar hanya Jumat yang menjadi hari libur?

Jawabannya, tidak. Arab Saudi menetapkan Jumat dan Sabtu sebagai hari libur akhir pekan, sedangkan hari kerja resmi berlangsung dari Minggu hingga Kamis.

Aturan tersebut berlaku setelah pemerintah Arab Saudi mengubah sistem akhir pekan pada 2013.

Pada 23 Juni 2013, Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud mengeluarkan perintah kerajaan yang menetapkan hari kerja resmi di kementerian, lembaga pemerintah, institusi keuangan, lembaga moneter, otoritas pasar modal, hingga bursa saham berlangsung dari Minggu sampai Kamis.

Sementara itu, Jumat dan Sabtu ditetapkan sebagai hari libur mingguan.

Aturan tersebut mulai diterapkan pada 29 Juni 2013 untuk kementerian, lembaga pemerintah, institusi keuangan, Saudi Arabian Monetary Agency, Capital Market Authority, dan Saudi Stock Exchange. Untuk sekolah dan perguruan tinggi, penerapannya mengikuti awal tahun ajaran berikutnya.

Dengan demikian, anggapan bahwa "di Arab Saudi hari Jumat adalah hari libur" sebenarnya benar, tetapi belum lengkap. Jumat merupakan salah satu dari dua hari libur dalam satu pekan.

Menariknya, sistem Jumat-Sabtu bukanlah pola yang sejak awal digunakan Arab Saudi.

Sebelum perubahan pada 2013, hari libur mingguan di Arab Saudi adalah Kamis dan Jumat.

Perubahan tersebut membuat Arab Saudi menggeser satu hari liburnya dari Kamis ke Sabtu. Dengan begitu, akhir pekan berubah menjadi Jumat dan Sabtu.

Keputusan itu bukan semata-mata persoalan agama. Pemerintah Arab Saudi juga mempertimbangkan kepentingan ekonomi dan hubungan bisnis internasional.

Dalam perintah kerajaan tersebut disebutkan bahwa perubahan dilakukan untuk menciptakan keselarasan yang lebih besar antara hari kerja lembaga-lembaga di Arab Saudi dengan mitra regional dan internasional. Pemerintah juga menilai perbedaan hari kerja sebelumnya dapat menyebabkan hilangnya peluang ekonomi dan menghambat hubungan dengan institusi di luar negeri.

Perubahan ini juga membuat Arab Saudi lebih selaras dengan negara-negara anggota Gulf Cooperation Council atau GCC yang menggunakan pola Jumat-Sabtu sebagai akhir pekan.

Salah satu alasan utama Jumat memiliki posisi khusus adalah karena hari tersebut merupakan hari penting dalam Islam.

Pada Jumat, umat Islam melaksanakan shalat Jumat yang menggantikan salat Zuhur bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat. Kegiatan tersebut membuat Jumat memiliki kedudukan berbeda dibandingkan hari-hari lainnya dalam kalender Islam.

Pemerintah Arab Saudi pun tetap mempertahankan Jumat sebagai salah satu hari istirahat mingguan ketika sistem akhir pekan diubah pada 2013.

Hal ini juga terlihat dalam aturan ketenagakerjaan Arab Saudi. Undang-undang ketenagakerjaan memberikan pekerja hak atas dua hari istirahat dalam sepekan dengan upah penuh, dengan salah satunya adalah Jumat. Dalam kondisi tertentu, pemberi kerja dapat mengganti hari Jumat bagi sebagian pekerja dengan hari lain, dengan tetap memberikan kesempatan kepada pekerja untuk menjalankan kewajiban keagamaannya.

Artinya, kedudukan Jumat sebagai hari istirahat memiliki kaitan kuat dengan kebutuhan ibadah sekaligus sistem ketenagakerjaan.

Berbeda dengan Indonesia yang umumnya mengenal Sabtu-Minggu sebagai akhir pekan bagi banyak pekerja, Arab Saudi menjalankan hari kerja resmi dari Minggu sampai Kamis.

Artinya, ketika masyarakat di Indonesia mulai memasuki akhir pekan pada Sabtu atau Minggu, masyarakat Arab Saudi justru kembali menjalani aktivitas kerja pada Minggu.

Pola tersebut juga menunjukkan bahwa konsep "akhir pekan" tidak selalu sama di setiap negara. Sistem hari libur sangat dipengaruhi oleh agama, sejarah, budaya, serta kebutuhan ekonomi masing-masing negara.

Jadi, jika mendengar bahwa Arab Saudi libur pada hari Jumat, informasi tersebut memang benar.