"Konsumsi kopi tidak akan langsung membuat seseorang merasa lebih baik."

Menurutnya, penelitian ini juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti bersifat observasional dan tidak menunjukkan hubungan kausal. Jadi, meski menunjukkan bahwa konsumsi kopi berhubungan positif dengan kesehatan mental dalam jumlah tertentu, penelitian ini tidak menjelaskan alasannya.

"Konsumsi kopi juga dapat mencerminkan gaya hidup tertentu karena biasanya melibatkan struktur, rutinitas, dan keterlibatan sosial," kata Soares.

Selain itu, peserta juga melaporkan sendiri asupan mereka. Studi juga tidak memberikan detail tentang persiapan kopi dan metode penyeduhan atau penggunaan bahan tambahan, seperti susu, krim, gula, atau perasa lainnya. Informasi mengenai rincian konsumsi kopi juga masih kurang.

"Secara keseluruhan, penting untuk melihat hasil penelitian ini dalam konteksnya," kata Walker.

"Penelitian ini juga tidak sepenuhnya memperhitungkan faktor-faktor kunci lainnya, seperti kualitas diet secara keseluruhan," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di NadiKabar. Baca selengkapnya di sini.