Misalnya, game strategi seperti catur digital atau permainan simulasi mengharuskan pemain menyusun rencana, mempertimbangkan berbagai kemungkinan, dan menentukan langkah berikutnya.

Sementara itu, game puzzle atau teka-teki dapat membantu melatih kemampuan mengenali pola, mengingat informasi, serta mencari solusi dari suatu permasalahan.

Game bergenre action juga memiliki potensi melatih perhatian visual dan kemampuan merespons perubahan situasi dengan cepat. Pemain dituntut memperhatikan berbagai objek sekaligus mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE pada 2023 turut memperkuat temuan tersebut. Meta-analisis terhadap 63 penelitian dengan total 2.079 partisipan menemukan adanya peningkatan kemampuan kognitif setelah mengikuti intervensi berbasis video game.

Namun, peneliti juga menekankan bahwa manfaat tersebut lebih berkaitan dengan fitur dan mekanisme permainan dibandingkan sekadar kategori genre game.

Apakah bermain game otomatis membuat seseorang lebih pintar?

Meskipun memiliki sejumlah manfaat, bukan berarti semakin lama seseorang bermain game, semakin tinggi pula kecerdasannya.

Penelitian mengenai hubungan video game dan kemampuan kognitif masih memiliki sejumlah keterbatasan. Salah satunya adalah perbedaan antara peningkatan keterampilan saat bermain game dan kemampuan menerapkan keterampilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.