Seseorang mungkin menjadi lebih cepat dalam mengambil keputusan ketika bermain game strategi. Namun, kemampuan tersebut belum tentu secara otomatis membuatnya lebih unggul dalam menyelesaikan persoalan akademis atau pekerjaan.
Dengan kata lain, peningkatan kemampuan tertentu tidak selalu berarti peningkatan kecerdasan secara keseluruhan.
Tetap perlu membatasi waktu bermain
Di balik manfaatnya, bermain game secara berlebihan tetap dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk waktu tidur, belajar, bekerja, dan interaksi sosial.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah memasukkan gaming disorder atau gangguan bermain game ke dalam klasifikasi penyakit internasional ICD-11.
Kondisi tersebut ditandai dengan kesulitan mengendalikan kebiasaan bermain, menjadikan game sebagai prioritas dibandingkan aktivitas lainnya, serta tetap bermain meskipun sudah menimbulkan dampak negatif.
Karena itu, penting untuk mengatur waktu bermain dan tidak menjadikan game sebagai pengganti aktivitas fisik, istirahat, maupun kegiatan produktif lainnya.
Jadi, bermain game bukan sekadar hiburan. Jika dilakukan secara terarah dan tidak berlebihan, aktivitas ini juga bisa menjadi salah satu cara untuk melatih kemampuan kognitif.