NADIKABAR.COM — Minuman dingin atau es sering kali dituduh sebagai biang keladi saat seseorang mengalami batuk. Saat seseorang mulai menunjukkan gejala batuk atau pilek, ungkapan “kebanyakan minum es” hampir selalu menjadi kalimat pertama yang dilontarkan.
Lantas, apakah pernyataan ini benar secara medis, atau sekadar mitos yang diwariskan secara turun-temurun?
Secara medis, anggapan bahwa es secara langsung menyebabkan batuk adalah mitos. Suhu dingin dari air es itu sendiri tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan infeksi atau virus di dalam tubuh.
Penyebab utama dari batuk dan pilek (common cold) adalah infeksi virus atau bakteri, serta paparan alergen (seperti debu, polusi, atau serbuk sari). Air es tidak mengandung virus atau bakteri secara otomatis, kecuali jika air atau es batu yang digunakan terkontaminasi.
Mengapa minum es terasa memicu batuk?
Meskipun bukan penyebab utama, minum es memang bisa menjadi pemicu (trigger) yang memperburuk kondisi tenggorokan pada orang-orang tertentu. Berikut alasannya:
1. Suhu dingin menyebabkan vasokonstriksi: Saat cairan dingin menyentuh dinding tenggorokan, pembuluh darah di area tersebut akan mengalami penyempitan sementara (vasokonstriksi). Hal ini dapat mengurangi aliran darah lokal dan membuat refleks batuk lebih mudah terpicu, terutama jika tenggorokan sudah mengalami sensitivitas.
2. Mengecilkan lapisan mukus (lendir): Suhu dingin dapat memperlambat gerakan silia (rambut-rambut halus di saluran pernapasan) dan membuat lendir di tenggorokan menjadi lebih kental. Lendir yang mengental ini memicu sensasi gatal sehingga tubuh meresponsnya dengan batuk.
3. Faktor kebersihan (kontaminasi): Es batu yang dibuat dari air yang tidak matang atau diproses secara tidak higienis dapat membawa bakteri atau kuman. Mikroorganisme inilah yang sebenarnya menginfeksi tenggorokan dan menyebabkan radang serta batuk.
4. Picu reaksi alergi atau asma: Bagi penderita asma atau rhinitis alergika, paparan suhu dingin yang mendadak termasuk dari minuman es dapat merangsang penyempitan saluran napas (bronkospasme) dan memicu batuk.
Minum es tidak menyebabkan batuk secara langsung, melainkan dapat memperburuk gejala jika kondisi tubuh sedang tidak fit, tenggorokan sedang teriritasi, atau jika es tidak higienis.
Jika tubuh dalam keadaan sehat dan es dibuat dari air matang yang bersih, minum es aman dilakukan dan tidak akan menyebabkan batuk. Namun, ketika sudah mulai merasakan gejala radang atau tidak enak badan, sebaiknya utamakan minum air hangat untuk membantu meredakan iritasi saluran pernapasan, demikian merangkum sejumlah sumber.