Susu memang memiliki sejumlah kandungan yang berpotensi mendukung kualitas tidur. Namun, sampai saat ini belum ada bukti yang cukup untuk menetapkan jam tertentu sebagai waktu paling efektif untuk mengonsumsi susu agar mendapatkan manfaat tersebut.

Artinya, yang berpotensi membantu tidur menjadi lebih nyenyak adalah kandungan gizi di dalam susu, bukan semata-mata karena susu diminum pada waktu malam hari.

Kandungan seperti triptofan menjadi salah satu komponen yang diduga berperan karena asam amino tersebut merupakan prekursor serotonin dan melatonin yang berkaitan dengan pengaturan siklus tidur dan bangun. Protein susu dan sejumlah komponen bioaktif lainnya juga sedang banyak dikaji dalam kaitannya dengan kualitas tidur.

Karena itu, tidak perlu mengejar jam tertentu untuk mendapatkan manfaat dari susu. Konsumsi pada malam hari boleh menjadi bagian dari rutinitas sebelum tidur, tetapi belum ada dasar ilmiah yang menunjukkan bahwa minum susu pada jam tertentu akan membuat efeknya terhadap tidur menjadi lebih kuat.

Temuan mengenai manfaat susu terhadap kualitas tidur perlu dipahami berdasarkan jenis produk yang dikonsumsi. Produk susu memiliki karakteristik, komposisi, fungsi, dan cara penyajian yang berbeda sehingga manfaat dari satu jenis produk tidak bisa langsung disamakan dengan produk lainnya.

Hal ini penting ketika produk susu yang tersedia di rumah hanya ada susu kental manis (SKM). Meski SKM masih memiliki kandungan susu, produk ini memiliki karakteristik dan peruntukan yang berbeda dari susu yang memang dikonsumsi sebagai minuman.

Karena itu, temuan mengenai konsumsi susu dan kualitas tidur tidak serta-merta menjadi anjuran untuk mengonsumsi SKM sebelum tidur. SKM tidak boleh diseduh langsung dengan air untuk dijadikan minuman susu. Produk ini digunakan sebagai pelengkap atau campuran makanan dan minuman.

SKM masih mengandung komponen susu. Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, SKM merupakan produk susu yang dibuat dari susu dan gula atau susu rekonstitusi dan gula dengan menghilangkan sebagian air hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu.