Karakteristik dasarnya juga menetapkan kadar lemak susu minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen.
Dengan adanya kandungan susu tersebut, SKM berpotensi memberikan komponen yang juga terdapat dalam susu dan berkaitan dengan kualitas tidur. Namun, potensi tersebut perlu dibedakan dengan bukti manfaat SKM secara khusus.
Temuan mengenai konsumsi susu dan produk susu terhadap kualitas tidur belum dapat langsung diartikan bahwa SKM sudah terbukti secara khusus membuat tidur lebih nyenyak.
Jadi, konsumsi SKM masih berkemungkinan memberikan manfaat dari komponen susunya, tetapi belum tepat menyebut SKM sebagai produk yang terbukti secara khusus memperbaiki kualitas tidur.
SKM memiliki rasa manis karena adanya gula yang ditambahkan dalam proses pembuatannya. Karena itu, jumlah penggunaannya tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari total asupan gula harian.
Kemenkes merekomendasikan batas konsumsi gula maksimal 50 gram per hari atau sekitar 4 sendok makan. Jumlah tersebut mencakup gula yang berasal dari berbagai makanan dan minuman dalam sehari.
Penggunaan SKM sebagai pelengkap makanan dan minuman perlu disesuaikan dengan kebutuhan, terutama ketika dalam satu hari sudah terdapat sumber gula tambahan lainnya.