Penelitian Ad Vingerhoets dan Lauren Bylsma dalam jurnal Crying and Health: Popular and Scientific Conceptions menemukan bahwa lebih dari setengah responden, yaitu sekitar 51,4 persen, merasa suasana hati mereka menjadi lebih baik setelah menangis. Hal ini menunjukkan bahwa menangis pada sebagian orang dapat memberikan rasa lega secara emosional, meskipun respons setiap orang terhadap tangisan tentu berbeda.
Meski begitu, manfaat menangis terhadap kesehatan fisik masih belum memiliki kesimpulan yang benar-benar pasti. Sejumlah penelitian memang menemukan adanya kemungkinan hubungan tim redaksi menangis, berkurangnya respons stres dan kondisi emosional. Namun, hal ini tidak berarti bahwa menangis secara langsung dapat menyembuhkan atau mencegah penyakit tertentu.
Begitu juga dengan kanker. Belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk menyatakan bahwa menangis dapat mencegah seseorang terkena kanker. Jadi, menangis tidak bisa dianggap sebagai cara untuk mencegah pertumbuhan sel kanker. Hubungan yang lebih masuk akal untuk dibahas adalah bagaimana kondisi stres dan kesehatan mental dapat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, bukan bahwa menahan tangis secara langsung menyebabkan kanker.