Karena itu, ketika sedang menghadapi tekanan, seseorang tidak perlu merasa malu untuk menangis. Setelah menangis, tubuh dan pikiran mungkin terasa sedikit lebih ringan sehingga seseorang dapat memiliki ruang untuk menenangkan diri dan kembali menghadapi masalah dengan lebih baik. Namun, jika rasa sedih atau stres terus berlangsung dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari dukungan dari orang yang dipercaya atau tenaga profesional juga merupakan langkah yang baik.

Menangis bukanlah obat untuk segala masalah, apalagi cara untuk mencegah kanker. Namun, menangis dapat menjadi salah satu bentuk respons alami tubuh ketika menghadapi emosi yang berat. Jadi, tidak apa-apa untuk menangis ketika memang ingin menangis. Yang terpenting bukan sekadar mengeluarkan air mata, tetapi juga memberikan kesempatan bagi diri sendiri untuk memahami, mengelola, dan menghadapi emosi dengan cara yang sehat.

Artikel ditulis Yuni mahasiswi PKL Unimed di NadiKabar.com