Berikut cara menyimpan nasi agar lebih aman:

1. Segera dinginkan nasi setelah matang

Jika tidak langsung dikonsumsi, pindahkan nasi ke wadah bersih dengan ukuran lebih kecil dan dangkal agar proses pendinginan berlangsung lebih cepat.

Masukkan nasi ke dalam kulkas setelah didinginkan secara cepat. Jangan membiarkannya terlalu lama berada di suhu ruang.

Badan keamanan pangan Inggris menyarankan nasi matang yang disimpan di lemari pendingin dikonsumsi dalam waktu maksimal 24 jam.

Jika ingin menyantap nasi dalam keadaan hangat, pastikan seluruh bagiannya panas dan mengeluarkan uap. Hindari hanya menghangatkan sebagian nasi.

5. Hindari memanaskan nasi berulang kali

Panaskan nasi sesuai porsi yang akan dimakan dan jangan menyimpan kembali sisa nasi yang sudah dipanaskan.

Panduan keamanan pangan tersebut penting karena nasi yang terkontaminasi Bacillus cereus belum tentu menunjukkan perubahan bau, rasa, maupun penampilan. Karena itu, jangan mengandalkan kondisi fisik nasi untuk menentukan apakah makanan masih aman dikonsumsi.

Jadi, mana yang lebih sehat, nasi hangat atau nasi dingin?

Jika dilihat dari kandungan pati resisten dan potensi pengaruhnya terhadap gula darah, nasi yang didinginkan dengan cara benar memiliki keunggulan dibandingkan nasi yang baru matang. Namun, perbedaan tersebut tidak berarti nasi dingin selalu lebih sehat untuk semua orang.

Nasi hangat tetap dapat dikonsumsi sebagai sumber energi, sedangkan nasi dingin dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin meningkatkan asupan pati resisten. Keduanya perlu dikonsumsi dengan porsi yang sesuai kebutuhan tubuh.

Selain suhu nasi, perhatikan pula lauk pendamping, sayuran, sumber protein, dan jumlah karbohidrat dalam satu kali makan. Pola makan secara keseluruhan tetap lebih penting daripada hanya memilih nasi berdasarkan suhunya.