NADIKABAR.COM — Pernah melihat seseorang menguap, lalu beberapa detik kemudian tanpa sadar ikut menguap?

Menariknya, hal seperti ini cukup sering terjadi. Bahkan, sekadar membaca atau memikirkan tentang menguap kadang bisa membuat mulut mulai terbuka dan tubuh seperti ikut ingin melakukan hal yang sama.

Fenomena tersebut dikenal sebagai contagious yawning atau menguap menular. Namun, apakah menguap benar-benar bisa "menular" seperti flu atau batuk?

Jawabannya, menguap memang dapat memicu orang lain untuk ikut menguap. Tetapi, tentu saja, prosesnya bukan penularan penyakit melalui virus atau bakteri.

Menguap sebenarnya merupakan perilaku yang normal dan bisa muncul dalam berbagai kondisi. Rasa mengantuk, perubahan tingkat kewaspadaan, hingga situasi tertentu dapat berkaitan dengan munculnya keinginan untuk menguap. Yang menarik adalah ketika seseorang menguap setelah melihat orang lain menguap.

Penelitian mengenai contagious yawning menunjukkan bahwa melihat orang lain menguap dapat meningkatkan kemungkinan seseorang ikut menguap. Fenomena tersebut telah diamati pada manusia dan sejumlah spesies hewan.

Artinya, otak dan sistem perilaku kita memang dapat merespons tindakan menguap yang dilakukan orang lain. Tetapi, mekanisme pastinya sampai sekarang belum sepenuhnya diketahui.

Salah satu penjelasan yang banyak diteliti berkaitan dengan kemampuan manusia dalam menangkap atau merespons perilaku orang lain.

Ketika melihat seseorang menguap, otak menerima informasi visual mengenai gerakan wajah tersebut. Pada sebagian orang, pengamatan itu kemudian dapat memicu respons yang sama.

Fenomena ini sering dikaitkan dengan proses sosial dan emosional, termasuk emotional contagion, yaitu kecenderungan keadaan atau respons tertentu ikut terbawa ketika melihat orang lain. Namun, ada satu hal yang perlu diluruskan.