Resistensi insulin merupakan salah satu masalah metabolik yang sering ditemukan pada PCOS. Ketika insulin tidak bekerja secara optimal, tubuh dapat meningkatkan produksi insulin untuk mempertahankan kadar gula darah.
Dalam jangka panjang, mekanisme tersebut dapat berkontribusi terhadap gangguan toleransi glukosa dan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
2. Risiko tidak hanya pada perempuan dengan obesitas
Peningkatan risiko gangguan gula darah pada PCOS tidak hanya terjadi pada perempuan dengan berat badan berlebih.
Pedoman internasional menyatakan perempuan dengan PCOS memiliki peningkatan risiko gangguan gula darah dan diabetes terlepas dari usia maupun BMI. Karena itu, berat badan yang berada dalam rentang normal tidak otomatis menghilangkan kebutuhan untuk memperhatikan kesehatan metabolik.
3. Faktor metabolik dapat saling berkaitan
PCOS merupakan kondisi yang kompleks dan dapat melibatkan gangguan hormonal serta metabolik secara bersamaan. Faktor seperti berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, riwayat keluarga diabetes, dan pola hidup tertentu juga dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami gangguan gula darah.
Karena itu, risiko pada setiap perempuan dengan PCOS dapat berbeda dan perlu dilihat berdasarkan kondisi masing-masing.
Sebuah penelitian kohort berbasis populasi yang mengikuti perempuan selama median 12,9 tahun menemukan bahwa perempuan dengan PCOS memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes. Pada peserta berusia 40 tahun atau lebih muda, risiko diabetes yang telah disesuaikan tercatat sekitar 4,9 kali dibandingkan kelompok kontrol.