NADIKABAR.COM — Susu Bear Brand atau susu steril cukup sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Salah satu anggapan yang beredar adalah minum susu tersebut setelah merokok dapat membantu "membersihkan" paru-paru dari asap rokok.

Anggapan ini membuat sebagian orang memilih minum susu setelah merokok, seolah-olah kandungan di dalamnya dapat menghilangkan zat berbahaya yang sudah masuk ke saluran pernapasan.

Namun, benarkah susu Bear Brand bisa membersihkan paru-paru?

Sampai saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa susu Bear Brand dapat membersihkan paru-paru dari residu asap rokok atau mengembalikan kondisi paru-paru yang sudah mengalami kerusakan akibat rokok.

Susu pada dasarnya merupakan salah satu sumber nutrisi yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, serta sejumlah vitamin dan mineral. Kandungan tersebut dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari, tetapi bukan berarti susu memiliki fungsi khusus sebagai pembersih paru-paru.

Dengan kata lain, minum susu setelah merokok tidak membuat zat berbahaya dari rokok menjadi hilang begitu saja.

Lalu, dari mana anggapan susu bisa membersihkan paru-paru?

Anggapan tersebut kemungkinan muncul karena susu sering dianggap sebagai minuman yang dapat membantu tubuh menetralisasi berbagai zat setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

Ada pula anggapan bahwa susu dapat mengurangi rasa tidak nyaman setelah menghirup asap rokok. Namun, rasa yang lebih nyaman setelah minum susu tidak sama dengan paru-paru yang sudah terbebas dari zat berbahaya.

Asap rokok sendiri mengandung banyak zat beracun yang dapat merusak sistem pernapasan. Paparan rokok juga berkaitan dengan berbagai penyakit paru, termasuk penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK.

Karena itu, minum susu tidak dapat dijadikan pengganti langkah yang benar-benar dibutuhkan untuk menjaga kesehatan paru-paru.

Paru-paru sebenarnya punya mekanisme untuk membersihkan diri. Tubuh manusia sudah memiliki mekanisme alami untuk melindungi saluran pernapasan.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa lapisan mukosilia yang terdiri dari lendir dan silia berperan dalam melindungi saluran pernapasan. Silia bergerak untuk membantu menyapu dan membersihkan saluran pernapasan dari berbagai partikel yang masuk.

American Lung Association juga menjelaskan bahwa paru-paru memiliki kemampuan untuk membersihkan diri ketika paparan terhadap polutan dihentikan.

Artinya, menjaga paru-paru bukan berarti mencari minuman tertentu untuk "mencuci" organ tersebut. Hal yang lebih penting adalah mengurangi atau menghentikan paparan terhadap sumber yang dapat merusaknya.

Berhenti merokok jauh lebih penting

Bagi perokok, langkah yang paling berpengaruh terhadap kesehatan paru-paru adalah berhenti merokok.

CDC menyebut berhenti merokok sebagai salah satu tindakan paling penting untuk meningkatkan kesehatan pernapasan. Berhenti merokok dapat mengurangi risiko PPOK, memperlambat perkembangan penyakit pada orang yang sudah mengalami PPOK, serta mengurangi sejumlah gejala pernapasan seperti batuk, dahak, dan mengi.

Manfaat tersebut juga tidak hanya berlaku bagi orang yang baru merokok. Berhenti merokok tetap memberikan manfaat kesehatan meskipun seseorang sudah merokok selama bertahun-tahun.

Jadi, mengganti rokok dengan susu setelah merokok bukan solusi untuk mengurangi dampak rokok. Yang perlu dikurangi adalah sumber paparannya, bukan sekadar mencari minuman setelahnya.