NADIKABAR.COM — Coba perhatikan tanda tangan sendiri. Apakah bentuknya rapi dan mudah dibaca, hanya berupa beberapa goresan, atau justru sudah seperti simbol yang bahkan sulit dikenali sebagai nama?

Setiap orang biasanya punya gaya tanda tangan yang berbeda.

Ada yang sengaja membuat tanda tangan sederhana agar cepat ketika harus mengisi banyak dokumen. Ada juga yang memiliki tanda tangan dengan banyak lengkungan, garis bawah, atau bentuk huruf yang dibuat sedemikian rupa.

Perbedaan tersebut kemudian sering dikaitkan dengan kepribadian.

Di internet, misalnya, cukup banyak pembahasan yang menghubungkan tanda tangan besar dengan rasa percaya diri, garis bawah dengan ambisi, atau tanda tangan yang sulit dibaca dengan sifat tertentu.

Namun, apakah benar kepribadian seseorang bisa diketahui hanya dari tanda tangannya?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu.

Ada bidang yang dikenal sebagai grafologi atau graphology. Metode ini berusaha menghubungkan karakteristik tulisan tangan dengan kepribadian seseorang.

Dalam praktiknya, grafologi dapat melihat berbagai unsur tulisan, seperti ukuran, kemiringan, jarak, bentuk huruf, tekanan goresan, hingga pola tanda tangan. Para grafolog kemudian memberikan interpretasi psikologis terhadap karakteristik tersebut.

Karena itu, tanda tangan sering dianggap menarik untuk dianalisis. Bentuknya lebih personal dibandingkan tulisan biasa karena seseorang biasanya mengembangkan gaya tanda tangannya sendiri dan menggunakannya berulang kali.

Sejumlah literatur mengenai grafologi memang membahas kemungkinan hubungan antara karakteristik tulisan tangan dan aspek psikologis seseorang. Namun, pembahasan tersebut berbeda dengan kesimpulan bahwa tanda tangan dapat menjadi alat yang akurat untuk menentukan kepribadian.

Lalu, apakah tanda tangan besar berarti percaya diri?

Ini salah satu anggapan yang cukup populer.

Dalam grafologi, ukuran tulisan atau tanda tangan terkadang dikaitkan dengan konsep seperti rasa percaya diri, kebutuhan untuk mendapat perhatian, atau cara seseorang menampilkan dirinya.

Begitu pula dengan tanda tangan yang sangat kecil, yang kadang ditafsirkan berkaitan dengan sifat lebih tertutup atau rendah hati.

Masalahnya, interpretasi semacam itu belum memiliki dasar ilmiah yang cukup kuat untuk digunakan sebagai patokan kepribadian seseorang.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Reports pada 2009 menguji apakah analisis tulisan tangan dapat digunakan untuk mengukur karakter dalam model kepribadian Big Five.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 200 partisipan dalam dua studi. Hasilnya tidak menemukan bukti yang memadai bahwa analisis grafologi dapat mengukur dimensi kepribadian Big Five. Penelitian itu juga menemukan tingkat kesepakatan antargrafolog yang rendah.

Artinya, tanda tangan besar tidak bisa begitu saja diterjemahkan menjadi "orang ini percaya diri".

Bisa saja memang demikian, tetapi bentuk tanda tangan saja tidak cukup untuk membuktikannya.

Bagaimana dengan tanda tangan yang sulit dibaca?

Nah, ini juga sering menjadi bahan pembicaraan.

Tanda tangan yang sulit dibaca kadang dianggap menunjukkan bahwa seseorang memiliki sifat misterius, tertutup, atau tidak ingin terlalu banyak diketahui orang lain.

Sebaliknya, tanda tangan yang mudah dibaca sering dikaitkan dengan keterbukaan atau rasa percaya diri.

Kembali lagi, itu merupakan interpretasi dalam grafologi, bukan aturan psikologi yang bisa digunakan untuk membaca kepribadian seseorang.

Bentuk tanda tangan juga bisa dipengaruhi oleh hal yang jauh lebih sederhana.

Misalnya, seseorang mungkin sengaja membuat tanda tangan yang rumit karena ingin membuatnya lebih sulit ditiru. Orang lain mungkin memilih tanda tangan sederhana karena sering harus membubuhkannya pada banyak dokumen.

Dengan kata lain, ada alasan praktis di balik sebuah tanda tangan yang tidak selalu berkaitan dengan kepribadian.

Garis bawah, kemiringan, dan bentuk huruf

Selain ukuran dan keterbacaan, elemen lain yang sering dianalisis dalam grafologi adalah garis bawah, kemiringan, tekanan, serta bentuk huruf.

Garis bawah yang tegas, misalnya, dalam beberapa pendekatan grafologi dapat dikaitkan dengan ambisi atau keyakinan terhadap diri sendiri.

Kemiringan tulisan juga kerap diberi makna tertentu, sementara tekanan pena kadang dianggap berhubungan dengan energi atau intensitas emosi.

Menarik untuk dibaca, tetapi interpretasi tersebut sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari sejarah dan praktik grafologi, bukan sebagai alat diagnosis psikologis.

Penelitian yang menguji hubungan antara elemen tulisan tangan dan ukuran kepribadian juga menunjukkan hasil yang terbatas. Studi pada 49 mahasiswa yang diterbitkan dalam Personality and Individual Differences menemukan bahwa hubungan yang diprediksi antara sejumlah elemen tulisan dan ukuran kepribadian sebagian besar muncul pada tingkat yang mendekati kebetulan. Peneliti menyimpulkan bahwa nilai tulisan tangan sebagai alat prediksi masih terbatas.

Jadi, tanda tangan sebenarnya mencerminkan apa?

Kalau bukan "peta kepribadian", tanda tangan tetap bisa memberi tahu sesuatu tentang seseorang.

Setidaknya, tanda tangan menunjukkan kebiasaan motorik yang sudah terbentuk.

Seseorang yang sejak sekolah terbiasa menulis dengan cepat kemungkinan memiliki gerakan tangan yang berbeda dengan orang yang terbiasa menulis secara perlahan dan hati-hati.

Tanda tangan juga bisa berubah seiring waktu.

Ada orang yang awalnya menulis nama lengkap, lalu secara bertahap menyederhanakannya. Ada pula yang menambahkan garis atau bentuk tertentu karena merasa tanda tangan tersebut lebih praktis atau lebih mudah dikenali.

Jadi, perubahan tanda tangan tidak harus berarti kepribadian seseorang ikut berubah. Bisa saja hanya karena kebiasaan.