NADIKABAR.COM — Aktivitas fisik selama ini dikenal sebagai salah satu kebiasaan penting untuk menjaga kesehatan dan menurunkan risiko berbagai penyakit kronis. Namun, muncul pertanyaan mengenai apakah olahraga dalam jumlah sangat tinggi justru dapat meningkatkan risiko kematian, terutama pada orang yang melakukan latihan berat secara rutin.

Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa hubungan antara aktivitas fisik dan risiko kematian tidak sesederhana semakin banyak olahraga maka semakin baik. Manfaat aktivitas fisik cenderung meningkat seiring bertambahnya aktivitas, tetapi pada tingkat yang sangat tinggi, manfaat tambahan tersebut dapat semakin kecil atau cenderung menetap. Bukti bahwa aktivitas fisik sangat berat secara langsung meningkatkan risiko kematian jangka panjang masih terbatas.

Aktivitas fisik justru berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah

Tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan pada 2025 menganalisis 85 studi mengenai pola aktivitas fisik sepanjang masa dewasa.

Hasilnya menunjukkan orang yang konsisten aktif atau meningkatkan aktivitas fisiknya memiliki risiko kematian dari semua penyebab sekitar 20 hingga 40 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang konsisten tidak aktif. Risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular juga sekitar 30 hingga 40 persen lebih rendah.

Penelitian tersebut juga menemukan hubungan berbentuk kurva. Manfaat terbesar terlihat ketika seseorang beralih dari tidak aktif menjadi aktif, sementara tambahan manfaat cenderung semakin kecil setelah tingkat aktivitas tertentu tercapai.

Dengan kata lain, melakukan aktivitas fisik dalam jumlah yang wajar sudah memberikan manfaat yang berarti dan tidak harus melakukan olahraga ekstrem untuk mendapatkan manfaat kesehatan.

Lalu, apakah olahraga sangat berat berbahaya?

Pertanyaan mengenai olahraga dengan intensitas sangat tinggi masih menjadi bahan penelitian. Tinjauan sistematis yang diterbitkan pada 2026 menelaah 14 penelitian mengenai aktivitas fisik berat dalam jangka panjang dan kaitannya dengan kejadian kardiovaskular atau kematian.

Hasil tinjauan tersebut menemukan bukti yang mendukung hubungan berbentuk U, yakni manfaat yang berkurang dan kemungkinan peningkatan risiko pada tingkat aktivitas ekstrem, masih terbatas. Tidak ada penelitian yang masuk dalam tinjauan tersebut yang memenuhi penilaian kualitas tertinggi.

Para peneliti menyimpulkan bahwa bukti saat ini tetap mendukung manfaat aktivitas fisik secara teratur, termasuk aktivitas berat, meskipun manfaatnya dapat mencapai titik tertentu dan kemudian cenderung menetap pada dosis yang sangat tinggi.