Artinya, belum tepat menyimpulkan bahwa seseorang yang banyak berolahraga otomatis memiliki risiko kematian lebih tinggi. Risiko dan manfaat juga dapat dipengaruhi jenis olahraga, intensitas, durasi, kondisi kesehatan, usia, kebugaran serta cara tubuh beradaptasi terhadap latihan.
Berapa lama aktivitas fisik yang dianjurkan?
Pedoman kesehatan internasional merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit per minggu atau aktivitas intensitas berat selama 75 hingga 150 menit per minggu. Keduanya juga dapat dikombinasikan dengan jumlah yang setara.
Aktivitas penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama juga dianjurkan setidaknya dua hari dalam seminggu. Orang dewasa dapat melakukan aktivitas lebih dari 300 menit intensitas sedang atau lebih dari 150 menit intensitas berat untuk mendapatkan manfaat tambahan.
Jadi, angka 150 hingga 300 menit per minggu bukan batas maksimal seseorang boleh berolahraga. Aktivitas di atas jumlah tersebut masih dapat memberikan manfaat, tetapi tambahan manfaatnya cenderung semakin kecil dibandingkan peningkatan manfaat ketika seseorang yang sebelumnya tidak aktif mulai bergerak secara rutin.
Bagaimana dengan olahraga intensitas tinggi?
Tinjauan sistematis dan meta-analisis yang mencakup 20 penelitian mengenai aktivitas fisik intensitas berat menemukan hubungan berbentuk kurva terbalik antara volume aktivitas berat dan risiko kematian.
Sekitar 180 menit aktivitas fisik intensitas berat per minggu dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah, sedangkan peningkatan volume lebih lanjut memberikan tambahan manfaat yang relatif lebih kecil.
Namun, hasil tersebut merupakan hubungan berdasarkan data observasional dan tidak dapat digunakan untuk menyatakan bahwa jumlah tertentu akan memberikan efek yang sama pada setiap orang. Kondisi kesehatan dan karakteristik masing-masing individu tetap menjadi faktor penting.
Risiko bisa muncul saat tubuh dipaksa melebihi kemampuan