Aktivitas fisik berat tidak sama dengan aktivitas fisik yang dilakukan secara berlebihan tanpa memperhatikan kemampuan tubuh. Peningkatan intensitas atau durasi secara tiba-tiba dapat meningkatkan beban pada sistem kardiovaskular dan muskuloskeletal.
Penelitian mengenai henti jantung pada lomba lari jarak jauh juga menunjukkan bahwa kejadian tersebut memang dapat terjadi, meskipun tergolong jarang. Karena itu, orang yang sebelumnya tidak aktif sebaiknya tidak langsung meningkatkan intensitas olahraga secara drastis.
Latihan perlu disesuaikan dengan kemampuan dan ditingkatkan secara bertahap. Istirahat, pemulihan, asupan makanan dan cairan juga menjadi bagian dari latihan yang aman.
Bagaimana dengan masyarakat di Indonesia?
Data profil aktivitas fisik Indonesia yang diterbitkan WHO menunjukkan sekitar 19 persen orang dewasa berusia 18 tahun ke atas diperkirakan tidak cukup aktif secara fisik.
Pada kelompok anak dan remaja, angka kurang aktivitas juga masih menjadi perhatian, dengan prevalensi sekitar 58 persen pada usia 10 hingga 14 tahun dan 50,4 persen pada usia 15 hingga 19 tahun berdasarkan data yang tercantum dalam profil tersebut.
Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan masyarakat bukan hanya mengenai orang yang melakukan olahraga terlalu banyak, tetapi juga masih banyak orang yang belum mencapai tingkat aktivitas fisik yang cukup.
Karena itu, bagi masyarakat yang sehari-hari kurang bergerak, menambah aktivitas secara bertahap dapat menjadi langkah penting. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, melakukan pekerjaan rumah tangga atau olahraga teratur tetap dapat berkontribusi terhadap kesehatan.
Dengan demikian, aktivitas fisik tinggi tidak secara otomatis berarti meningkatkan risiko kematian. Bukti terbaru justru secara konsisten menunjukkan bahwa aktivitas fisik berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah.
Kekhawatiran mengenai risiko pada tingkat aktivitas yang sangat ekstrem masih terus diteliti, sementara bukti mengenai peningkatan risiko jangka panjang belum cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa olahraga berat secara umum berbahaya, demikian mengutip WHO dan beberapa sumber lain.