NADIKABAR.COM — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus menerima kenyataan sangat pahit bahwa dia kini menjadi pemimpin yang terisolasi dari bagian terbesar dunia.
Pidatonya di depan Majelis Umum PBB pada 24 September mendapat penolakan dari banyak pihak, yang dipuncaki oleh aksi walk out oleh sejumlah besar delegasi, termasuk Indonesia.
Lebih mengenaskan lagi adalah dia kini menghadapi fakta bahkan negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, sudah enggan bersepakat dengannya.
Biasanya dalam acara tahunan PBB di New York, acara Netanyahu di AS selalu satu rangkaian dengan pertemuan politik dan bilateral dengan para pemimpin dunia, khususnya AS.
Tetapi tahun ini dia menghadapi kenyataan yang memalukan, bukan saja bagi dirinya, tapi juga bagi Israel, yakni tidak bisa bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.