"Netanyahu memang bisa bertemu dengan pemimpin Argentina dan Yunani, tapi dia tak bisa bertemu dengan seorang pun politisi atau pejabat pemerintah AS. Artinya, bukan hanya Eropa yang menjauhi dia, tapi juga Amerika," kata mantan direktur jenderal Kementerian Luar Negeri Israel, Alon Liel, seperti disiarkan harian Turki, Daily Sabah.
Timpalan Liel yang mantan duta besar Israel untuk AS, Michael Oren, menyatakan dari sepengetahunnya tak pernah ada perdana menteri Israel yang mengadakan lawatan ke AS tanpa dibarengi pertemuan dengan Presiden AS.
Netanyahu bahkan hanya delapan jam berada di New York. Dia memang disebut-sebut memiliki agenda bertemu dengan para pemimpin Argentina, Bolivia, Paraguay, Ethiopia, Kolombia, Yunani, Slovenia dan Papua New Guinea.
Tetapi dia tak punya agenda bertemu dengan Trump, PM Inggris Andy Burnham, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang sebelumnya selalu masuk dalam agendanya di PBB.
Ironisnya, sejak Februari lalu, dia dan Trump bahu-membahu memerangi Iran.