NADIKABAR.COM β Senior Director Asia Pacific Japan Solution Engineering Bentley Systems Amit Shrivastava mengatakan teknologi kecerdasan akal imitasi dan simulasi struktur membantu insinyur merancang bangunan yang lebih tahan gempa melalui analisis respons struktur berdasarkan kondisi seismik Indonesia.
Ia mengatakan Indonesia memiliki banyak wilayah dengan tingkat aktivitas seismik tinggi sehingga perancangan bangunan perlu mempertimbangkan zona seismik dan potensi terjadinya gempa.
βKetika saya memahami zona seismik tempat saya berada, saya harus mendesain bangunan secara berbeda. Ketika mendesain bangunan, saya harus dapat menganalisis bagaimana bangunan tersebut akan bekerja ketika gempa terjadi,β kata Amit di sela kegiatan Year in Infrastructure (YII) 2026 di Singapura, Jumat.
Ia mengatakan Bentley Systems memiliki perangkat lunak STAAD untuk analisis struktur yang dapat digunakan guna menyimulasikan respons bangunan ketika menerima beban atau tekanan.
Hasil simulasi tersebut dapat menjadi dasar bagi insinyur untuk mengevaluasi perilaku struktur dan menentukan desain yang sesuai dengan kondisi serta risiko di lokasi pembangunan.