Selain simulasi struktur, teknologi digital twin atau kembaran digital dapat membantu insinyur memahami kondisi infrastruktur melalui integrasi model rekayasa, teknologi informasi, dan data operasional.
Dalam perencanaan infrastruktur, teknologi tersebut dapat mendukung evaluasi kondisi geologi bawah permukaan, termasuk karakteristik tanah lunak dan kondisi lereng yang mempengaruhi perencanaan fondasi maupun pembangunan jalan.
Informasi mengenai kondisi medan dan struktur tanah dapat digunakan untuk membandingkan berbagai alternatif desain sebelum pembangunan dilakukan.
Amit mencontohkan pemanfaatan kecerdasan akal imitasi (AI) dalam penentuan trase atau jalur jalan. Dengan memasukkan informasi titik awal dan akhir jalan, kondisi medan, serta struktur tanah, sistem dapat menjalankan ratusan iterasi untuk membandingkan berbagai alternatif desain.
βDengan teknologi, kita dapat mencoba jauh lebih banyak kondisi untuk melihat mana yang lebih baik. Teknologi dapat mengurangi potensi pembongkaran proyek karena salah desain,β katanya.