"Orang tua siswa protes karena mereka mengkhawatirkan ada intimidasi. Anak-anak jadi tidak bisa belajar dengan aman di sekolah," tambah Minar.
Ortu siswa SPIDI terlibat adu mulut dengan massa dari ponpes. Polisi yang menerima informasi pun turun memisahkan kedua kelompok agar keributan tidak kembali meluas.
"Kami sudah berusaha menyuruh mereka pergi dari lingkungan sekolah. Pihak SPIDI sudah menyatakan, kalau ingin menyelesaikan masalah ini, ayo kita selesaikan secara hukum. Tapi sampai sekarang mereka masih ada di lingkungan sekolah," imbuh Minar.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Maros Kompol Syarifuddin mengakui keributan dipicu sengketa lahan meski tidak dirinci perkembangan perkara tersebut. Dia berharap kedua belah pihak yang berselisih bisa saling menahan diri.
"Kita kurang mendalami, tapi informasi bahwa (sengketa kepemilikan lahan tim redaksi dua yayasan) ini sudah berjalan beberapa tahun," ujar Kabag Ops Polres Maros Kompol Syarifuddin kepada wartawan di lokasi, Selasa (8/9).
Di satu sisi, wartawan NadiKabar telah berupaya menghubungi Pengelola Pesantren Darul Istiqamah Maros, Ustaz Muallim Arif terkait perkara tersebut. Kendari begitu, Ustaz Muallim belum memberikan tanggapan.