Alun-alun di depan gedung Kongres tampak seperti medan pertempuran. Setidaknya 25 orang ditahan, dan beberapa lainnya mengalami luka-luka, termasuk anggota aparat keamanan.

Maria Teresa de Jesus, seorang profesor di departemen kimia Universitas Buenos Aires, mengungkapkan bahwa penghasilannya sekitar USD 700 (Rp 12,5 juta) per bulan kini terasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Saya datang ke aksi protes ini sebagai upaya terakhir. Saya seorang profesor. Saya mencintai kegiatan mengajar dan meneliti. Seharusnya saya tidak berada di sini," ujarnya.

Dia mengatakan pendidikan harus dapat diakses oleh semua orang. Dia menyebut pemerintahan Milei telah mengabaikan hal itu.

"Pendidikan publik sangat krusial bagi negara ini, agar pendidikan dapat diakses oleh semua orang. Namun, pemerintah justru mengabaikannya," ujarnya.

Banyak orang di Argentina masih mendukung rencana ekonomi Milei. Mereka berharap rencana pemerintah untuk memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di negara itu akan membuahkan hasil, yang kemudian menciptakan lebih banyak lapangan kerja, upah yang lebih tinggi, dan standar hidup yang lebih baik.

Namun, banyak juga yang tidak lagi percaya dan siap untuk mengambil langkah yang lebih berani. Mereka menuduh pemerintahan Milei melindungi kepentingan segelintir kelompok istimewa, sementara masyarakat luas lainnya dibebani dengan biaya dari rencana ekonomi tersebut.