"Korban masih dirawat di rumah sakit. Sementara satu orang pelaku sudah kami amankan dan penanganannya dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polresta Palu," terangnya.
Pengeroyokan itu kemudian memicu bentrokan antarwarga yang melibatkan keluarga korban dari Kelurahan Nunu dengan warga dari Kelurahan Tatura Utara. Kendati begitu, Kasim menegaskan situasi di lokasi kejadian sudah kondusif.
"Perlu saya sampaikan di sini, tidak ada penyerangan. Spontanitas dari keluarga, karena mendengar informasi bahwa anggota keluarganya dianiaya, mereka langsung datang untuk mengevakuasi dan membawanya ke rumah sakit," tegasnya.
Bentrokan tim redaksi warga Kelurahan Nunu dan Anoa, kembali pecah di kawasan Jalan Anoa hingga Jembatan Lalove, Kamis (6/8) malam. Bentrokan kali ini menyebabkan dua warga terkena busur panah.
"Ada informasi untuk korban ada dua orang yang kena busur. Tapi belum kami pastikan," ujar AKP Kasim kepada wartawan, Jumat (7/8).
Kasim mengatakan pihaknya kemudian melakukan mediasi untuk meredam konflik dengan mempertemukan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat dari dua wilayah. Kedua beah pihak pun sepakat damai.
"Kita bersama dengan tokoh masyarakat, baik dari yang dituakan dari Nunu dan Anoa, kita kumpul bersama dan membuat kesepakatan untuk kita mengantisipasi jangan terjadi hal-hal yang terjadi seperti malam ini," paparnya.
Polisi akan membangun pos pengamanan di perbatasan tim redaksi Nunu dan Anoa. Polisi juga akan menyelidiki para pelaku penyerangan sebagaimana permintaan warga.