"Jadi untuk pelaku yang belum ditangkap, tadi sudah disampaikan oleh warga Nunu dan sudah ditindaklanjuti oleh rekan-rekan kita dari Polres, dan berjanji secepatnya akan diamankan. Karena ada proses-proses hukum yang sementara berjalan," ujar Kasim.

Belakangan, bentrokan terjadi lagi di kawasan Jembatan Lalove, Kota Palu, Jumat (4/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Perang kelompok berlangsung sekitar sejam sebelum akhirnya massa dibubarkan aparat kepolisian.

"Kemarin sekitar dua minggu situasinya aman karena kita jaga. Mungkin ketika mulai kita kurangi personel, mereka melihat polisi sudah berkurang, sehingga mulai lagi mencari masalah," ujar Kapolresta Palu Kombes Hari Rosena kepada wartawan.

Hari belum memastikan adanya korban luka dalam perang kelompok tersebut. Bentrokan sempat memicu kepanikan warga setempat setelah terdengar letusan petasan.

"Memang sudah beberapa kali kejadian ini. Awalnya tadi saya dengar ada yang membunyikan letusan petasan, sehingga warga keluar semua," ujarnya.

Polisi juga masih melakukan penyelidikan terkait pemicu bentrokan. Hari memastikan akan menambah personel untuk melakukan pengawasan di sekitar lokasi kejadian.

"Kita melihat kondisi di lapangan. Tetapi kalau seperti ini lagi, apalagi besok Jumat, Sabtu dan Minggu, kita akan membuat pos lagi di kedua pihak untuk melakukan penjagaan," jelas Hari.

"Kita tidak bisa memprediksi (bentrokan susulan). Selama situasi ini masih terjadi, intinya kita akan melakukan penjagaan berlapis agar tidak terjadi bentrokan dan korban jiwa," ungkapnya.