Pada 29 Agustus 1530, Mercator mendaftar di Louvain University mengambil prorgam studi humaniora dan filsafat. Ia belajar selama dua tahun di Castle, salah satu rumah pengajaran di universitas tersebut, dalam program yang sebagian besar didasarkan pada pemikiran Aristoteles.

Saat lulus dari kampus pada 1532, ia sudah merasa ingin menentang pandangan Aristoteles. Pada masa itu, mempertanyakan pandangan Aristoteles dalam lingkungan akademik Louvain dapat dipandang sebagai persoalan serius, karena pemikiran Aristoteles sangat berpengaruh dalam pendidikan filsafat dan teologi. Hal ini berkaitan dengan adanya perbedaan asal usul alam semesta pada Alkitab dengan penjelasan yang diberikan oleh Aristoteles.

"Namun ketika saya melihat bahwa versi Musa tentang penciptaan dunia dalam Kitab Kejadian tidak cukup sesuai dalam banyak hal dengan Aristoteles dan para filsuf lainnya, saya mulai meragukan kebenaran semua pemikiran para filsuf," tulis Mercator dikutip dari laman University of St. Andrews, Selasa (15/9/2026).

Hal ini menjelaskan mengapa ia memilih untuk meninggalkan universitas daripada melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Ia memutuskan untuk tidak menjadi seorang filsuf dan melakukan perjalanan ke Antwerp dan Mechelen.

Dari perjalanan ini, ia menemukan bahwa geografi menurutnya merupakan subjek yang paling baik dalam menjelaskan struktur dunia yang diciptakan Tuhan.

Mercator kemudian memutuskan untuk kembali ke Louvain University untuk belajar matematika di bawah bimbingan Gemma Frisius, seorang pakar matematika yang mengaplikasikannya pada geografi, astronomi, dan pembuatan peta.

Di awal, ia merasa kelasnya begitu sulit dan menyadari ingin menerapkan matematika pada kosmografi. Gemma akhirnya memberikan nasihat akademis dan juga buku-buku yang bisa dipelajari di rumah.

Selain belajar matematika, ia juga mendapat penghasilan tetap dengan memberikan bimbingan matematika kepada para siswa di Louvain secara legal, dengan mendapatkan izin dari kampus.

Sekitar 1535-1536, Mercator bekerja di Louvain bersama Van der Heyden dan Gemma Frisius untuk membuat sebuah globe bumi yang dipesan oleh Emperor Charles V.

Globe tersebut menggunakan strip kertas yang dicetak dari lempeng tembaga. Penggunaan tembaga memungkinkan nama tempat, nama wilayah, dan keterangan geografis diukir dengan lebih rinci.

Alih-alih menggunakan kayu, Mercator memakai tembaga untuk mengukir nama tempat, nama wilayah, serta keterangan geografis pada globe buatannya. Hasilnya, globe tersebut memuat informasi yang jauh lebih lengkap dibandingkan globe-globe yang pernah dibuat sebelumnya.

Pada 1537, Mercator kembali bekerjasama dengan Van der Heyden dan Gemma Frisius untuk membuat globe bintang. Pada globe, tertulis bahwa 'globe ini dibuat oleh Gemma Frisius, dokter dan ahli matematika, Gaspard Van der Heyden, dan Gerard Mercator de Rupelmonde.