Demi mencegah server overheat, dibutuhkan sistem pendingin yang mumpuni. Sebagian mengandalkan cooling system berbasis air.
Di samping kebutuhan untuk pendinginan, pusat data juga dapat menggunakan air secara tidak langsung. Pasalnya, data center AI membutuhkan listrik untuk beroperasi, sementara sebagian pembangkit listrik menggunakan air dalam proses pembangkitan dan pendinginannya, termasuk pembangkit listrik tenaga air.
Selanjutnya, muncul pertanyaan baru, 'berapa banyak air yang dibutuhkan AI untuk beroperasi?'. Menurut keterangan dari Environmental and Energy Study Institute (EESI), jumlahnya berbeda-beda tergantung ukuran data center.
Pusat data berukuran sedang membutuhkan 110 juta galon air per tahun untuk urusan pendinginan. Jumlah ini setara dengan yang dihabiskan 1.000 rumah tangga selama setahun.
Data center yang lebih besar dapat menelan 5 juta galon per hari atau 1,8 miliar galon per tahun. Itu artinya, setara dengan yang dihabiskan 10.000 hingga 50.000 penduduk di sebuah kota.
Lebih lanjut, sebuah penelitian tahun 2024 yang melibatkan peneliti dari UC Riverside menemukan hasil mengejutkan. Diperkirakan, GPT-4 membutuhkan 519 milimeter air untuk menghasilkan email berisi 100 kata. Jumlah air ini meliputi penggunaan pendinginan dan pembangkitan listrik, dilansir Forbes.