Namun, angka tersebut kemudian diubah. Untuk sistem sekarang, GPT-4 diestimasikan hanya membutuhkan 15 mililiter saja untuk bekerja.

Akhir kata, penggunaan air di data center AI sangat bergantung pada sejumlah faktor. Karenanya, sederet penelitian menyimpulkan hasil berbeda, tergantung lokasi, iklim, ketersediaan air, kepadatan chip, dan jumlah kueri.

Laporan terbaru yang dikeluarkan oleh tim investigasi pimpinan Professor Kaveh Madani, direktur United Nations University Institute for Water, Environment, and Health (UNU-INWEH) menunjukkan AI akan semakin banyak mengonsumsi air tahun 2030 mendatang.

Pusat data global diperkirakan mengonsumsi 448 terawatt/jam listrik pada 2025. Jumlah ini hanya sedikit lebih rendah dibandingkan penggunaan listrik Prancis dan lebih banyak ketimbang Arab Saudi.

Pada 2030, listrik yang digunakan diperkirakan mencapai 945 terawatt per jam. Peningkatan kebutuhan listrik ini berimbas pada jumlah air yang diperlukan. Estimasinya adalah meningkat menjadi 9,3 triliun liter. Jumlah itu setara dengan kebutuhan air domestik bagi 1,3 miliar orang di Afrika Sub-Sahara.

Demikian sekilas pembahasan mengenai benar tidaknya AI menghabiskan banyak air. Semoga menjawab, ya, Lur!